JAKARTA β Komitmen Artha Graha Peduli (AGP) dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat terus berlanjut. Sejak digulirkan pada Desember 2025, program Pasar Murah bersubsidi kini semakin intensif dilaksanakan, khususnya di wilayah Jabodetabek, guna membantu warga memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dalam fase terbaru ini, AGP tidak hanya menyediakan paket sembako standar, tetapi juga menambah komoditas strategis melalui skema operasi pasar. Langkah ini diambil untuk merespons tren kenaikan harga pangan yang biasanya terjadi di penghujung Ramadan.
Harga di Bawah Ketetapan Pemerintah
Fokus utama AGP kali ini adalah menstabilkan harga protein hewani dan bumbu dapur. Masyarakat dapat menikmati harga khusus yang jauh lebih miring dibandingkan harga pasar maupun acuan pemerintah, di antaranya:
Daging Sapi Beku: Rp 70.000 per kg.
Telur Ayam: Rp 25.000 per kg.
Paket Bumbu Dapur: Rp 50.000 (berisi cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan bawang merah).
Pendekatan Door-to-Door Agar Tepat Sasaran
Berbeda dengan pasar murah konvensional yang memicu kerumunan, tim AGP menerapkan sistem jemput bola atau door-to-door. Petugas langsung mendatangi pemukiman warga binaan di sekitar unit usaha Artha Graha Network guna memastikan distribusi subsidi benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.
Ketua Pelaksana Pasar Murah AGP, Riyan Yektono, menjelaskan bahwa penambahan komoditas seperti daging dan cabai merupakan jawaban atas kebutuhan spesifik masyarakat saat merayakan Lebaran.
"Kami ingin memastikan warga bisa merayakan Idulfitri tanpa terbebani harga pangan yang melonjak. Oleh karena itu, pasokan daging hingga bawang kami tambah agar manfaatnya lebih terasa nyata," ungkap Riyan (15/3/2026).
Komitmen Berkelanjutan
Program ini dipastikan tidak akan berhenti di sini. AGP menegaskan akan terus memantau dinamika kebutuhan masyarakat di berbagai daerah untuk menyesuaikan jenis bantuan dan lokasi pasar murah selanjutnya. Selain menjaga daya beli, inisiatif ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menstabilkan inflasi pangan di tingkat akar rumput.